| bisakimia.com |
Aku juga punya puisi seperti ini,
Ku punya teman yang halus perasaannya,
sedikit saja Ku berbicara
Bila tak hati-hati mudah sekali menyinggung perasaannya
Tapi,
Ku juga punya teman yang bila berbicara dengannya dengan teguran halus bahkan keras
sekali pun ia tak mempedulikannya
Ada lagi karakter temanku, yang bila ia bicara, ia lepas kontrol, berbicara tanpa dipikir dulu sehingga yang keluar dari mulutnya gambaran hati yang buruk.
Ada peribahasa menarik "mulutmu harimau". Peribahasa ini memberikan arti bahwa hati-hati dengan mulut sebab jangan-jangan suatu saat nanti akibat mulut kita yang kurang tertata bisa memangsa diri kita juga.
Karakter yang halus perasaannya, menurutku seperti sebuah gelas kaca, yang perkataannya selalu enak didengar, enak dimulut, tapi juga gampang pecah bila tersenggol sesuatu. Sedangkan karakter yang sama sekali tidak peka terhadap perkataan orang seumpama sebuah gelas plastik yang walau dibanting berkali-kali pun ia tidak pecah. So, karakter mana yang kita pilih, "up to you," katanya..ha..ha.
Tapi sebaiknya kita mencontoh dua gelas itu, kita harus punya sifat yang lembut perasaannya tapi juga tahan banting, tidak mudah tersinggung terhadap apa yang orang katakan. Mungkin gelas itu adalah gelas kaca tapi sekeras plastik, may bee....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar