Selasa, 05 Januari 2016

Pak Tua Mungkin sudah Tiada

Hasil gambar untuk gambar sampah Sudah beberapa tahun ini, aku tidak melihat sosok tua itu. Dulu ia di siang bolong terlihat tertatih-tatih membawa pikulan, berisi buah pisang. Pak Tua itu yang saban hari berjualan pisang keliling perumahan ini, rupanya sudah tidak nongol lagi, Entahlah kemana ia sekarang, Dulu ia tak kenal lelah dan pantang menyerah itulah Pak Tua sungguh semangatnya mencari sesuap nasi membuat diriku malu, kenapa aku tidak bisa berbuat seperti itu. "Pisang, pisang teriaknya", sambil terus menyusuri perumahan ini.
    Mungkin rasa gengsi yang menyelimuti siapapun termasuk diriku, untuk bekerja seperti ia, Tapi percayalah gengsi itulah yang akan membelit diri kita mengapa kita tak bisa menggapai rizki yang maksimal. Kata orang, "orang yang gengsian itu, kagak bisa makan". Dipikir-pikir betul juga. Banyak orang sukses seolah mereka tak punya rasa "malu". Ada orang-orang berhasil dari hasil mengumpulkan sampah-sampah orang-orang kaya dan orang miskin. Kita juga bisa lihat ada manusia-manusia yang mdapatkan rizki dari usaha membuang tinja. Oh... sungguh tidak ada yang Engkau ciptakan ini sia-sia. Semua bisa didaur ulang danbermanfaat, pada sisi yang lain juga bisa menghasilkan uang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar